Kamis, 25 Desember 2014

Kisahku_3

Next >> Karena Dia Adalah Hidupku



Aku menikmati kelasku pagi ini, aku senang karena hari Sabtu jadwal semua mata pelajarannya mengasyikkan bagiku, terlebih lagi ini hari Sabtu terus besok libur. Hmm, akhir pekan yang luar biasa. Kelas Desi hari ini jadwalnya olahraga. dia harus lari menempuh jarak 3 km dengan waktu yang cepat. Aku tahu, karen hari Kamis kemarin kelasku juga begitu. Tapi, Desi itu orangnya kuat, dia jago dalam setiap olahraga, seperti lompat jauh, lompat tinggi, roll depan, roll belakang, lempar peluru, volly, apalgi kalau lari, super kenceng pokoknya. Berbeda denganku, ohh aku pikir itu pekerjaan yang benar benar membuatku lelah dan berkeringat, nggak enak pokoknya. Aku lebih suka pekerjaan yang mediumnya ada airnya, seperti mencuci, itu kan nggak begitu banyak mengeluarkan keringat. Hehee. Dan perbedaan yang paling menonjol antara aku dan Desi, Desi itu agak tomboi, keras kepala, masa bodoh, badannya juga lebih gede dia daripada aku. Tapi, justru itu yang membuat aku sama Desi saling melengkapi.

Pagi tadi, sebelum kami masuk ke kelas, dia minta supaya aku do’ain dia, agar dia hari ini larinya bisa cepet, dapat juara 1. Ya oke, aku iya iyain saja, semoga dia sukses. Tapi, aku ingat, dia dari semalam belum makan, gek pagi ini juga nggak sarapan. Akunya juga pikir pikir, padahal mau lari beratus ratus kilo (itu hanya perumpamaanku saja, karena 3 km bagiku sangat jauh, apalagi kalau hanya berlari, bisa seharian kalau aku), tapi kok nggak ada asupan energinya, apa dia kuat? Em, ya semoga kuat. Aku nggak terlalu melebih lebihkan masalah, dan itu hanya aku anggap masalah kecil, jadi aku biasa saja.

Istirahat pun tiba, seperti biasa aku dan teman tamanku ke koperasi untuk beli minuman, karena pelajaran pagi ini telah membuat kami banyak mengeluarkan cairan (hmm, lebay. Padahal cuma pelajaran Bhs. Inggris dan BK. Hehee) di depan kelasku ada sebuah taman dan tempat duduk panjang, aku dan teman teman ngobrol asyik di situ. Tiba tiba ada yang memanggilku, dia Isti temannya Desi sekelas.
“Dista! eh, kembaranmu lara lho, deweke semaput, gek cepet tilikana, lho deweke digawa na pendopo !!”

5 komentar: