Selasa, 30 Desember 2014

Kisahku_6

Ending dari >> Karena Dia Adalah Hidupku



“Dis, kui mau ki kepiye critane kok Desi ngasih koyo ngono?” kata bapakku. Lalu aku menjelaskan pada bapak semua ceritanya secara detail. “Salahe sopo nek dikandani wong tuo ngeyel, gur nek isuk kon sarapan kok angel men, wong lawuh yo wis kecepak, opo susahe jane... (bla bla bla panjang lebar)” bapakku marah marah, tapi aku gak begitu peduli. Aku tahu bapak marah karena khawatir pada kami, takut terjadi apa apa pada anaknya. Setelah selesai marah, bapakku berhenti dan menelepon ibuku untuk datang ke RS, agar Ibu saja yang menemani Desi dan aku disuruh kembali ke sekolah. Selama menunggu ibuku datang, aku hanya diam saja dan terus berdo’a, sementara bu Yohana juga mengerti keadaanku, sehingga dia mencoba menghiburku. Beberapa menit kemudian, dokter selesai memeriksa Desi, aku langsung masuk, Desi masih memakai selang oksigen dan masih agak tersengal sengal, tapi sekarang lebih mending daripada sebelumnya tadi. Aku bersyukur lega dan tersenyum padanya, tapi aku juga pengen nagis lagi. Desi hanya memandangku lemah dan lelah. Bu Yohana keluar membelikan teh hangat untuk Desi. Tak lama kemudian, ibuku datang dengan ekspresi yang juga terguncang melihat kondisi Desi saat itu.

Aku merasa sangat bersyukur sekali bahwa Allah benar benar menolong Desi, dan mengabulkan do’aku. Aku hanya tak bisa berpikir, kalau saja waktu di mobil tadi Desi benar benar akan diambil nyawanya, aku mungkin juga tidak akan bisa hidup, karena bagiku Desi adalah hidupku. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menyelamatkan kami. Saat itu aku jadi seemakin sadar, bahwa segala yang ada dan terjadi di dunia ini Allah lah yang menentukan, dan kita sebagai hamba-Nya hanya bisa merencanakan. Jika kita selalu pasrah dan berserah diri, maka Allah juga akan memudahkan dan memberikan jalan keluar pada hidup kita. Satu yang tidak bisa dielakkan, yang mana setiap makhluk akan mengalami dan tidak bisa menghindari, yaitu kematian. Sungguh mati itu datangnya sewaktu waktu. Di dunia kita hanya singgah sementara, dan akan kekal abadi selama lamanya di akhirat. Semoga kita tetap selalu di jalan-Nya, jalan yang lurus sampai ajal menjemput kita. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
>>>>>♦<<<<<
Aku pun kembali ke sekolah, memang terasa berbeda, tapi aku harus bersikap biasa, agar teman temanku juga tidak khawatir. Toh, kalau aku cerita mereka juga tidak mengerti seperti apa rasanya jika seseorang akan mendekati ajalnya.
Alhamdulillah Desi pun hanya di opname selama 2 hari, tapi masih meninggalkan bekas yang sakit di dadanya, tapi aku yakin semuanya pasti akan hilang seiring berjalannya waktu.
Ya, Desi adalah hidupku dan Allah adalah segala-galanya bagiku. Terimakasih ya Allah.
SELESAI

2 komentar: